Pandeglang Banten— Gabungnya wartawan Indonesia (GWI) DPC Pandeglang menyoroti dugaan pelanggaran prosedur dan kejanggalan perhitungan kewajiban kredit nasabah atas nama Hj. Umamah Binti Muhamad. oleh BNK BJB Cabang Labuan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Stop lelang "GWI" Gabungnya wartawan indonesia Pandeglang Banten soroti dugaan kejanggalan bunga & pelelangan jaminan nasabah BNK BJB cabang labuan tanpa pemberitahuan.

Kasus ini menjadi bukti bahwa praktik bank dalam menangani kredit macet tidak selalu sesuai aturan Perlindungan Konsumen dan berpotensi merugikan nasabah.

KRONOLOGI KASUS HJ. UMAMAH.

1. 7 Juli 2010: Pengajuan Kredit PRK di BJB Cabang Labuan Cab. 0020. No Nasabah: 11JNPS. No Rek: 0011151310001. Plafon Rp 300.000.000. Dengan jaminan [Sertifikat a.n Hj. Umamah].
2. 2010-2011: Dalam Rekening Koran ditemukan mutasi bunga/interest yang janggal. Contoh: 7-11-2010 Interest Rp 3.592.138 dan 8-11-2010 Interest Rp 3.592.138 kembali. Ada juga pemindahbukuan cek Rp 9.000.000 tanggal 20-12-2010.

3. 3 Desember 2013: BJB kirim “Surat Undangan Penyelesaian Kredit”. Total kewajiban: Rp 269.096.198 dengan rincian Pokok Rp 253.304.952, Bunga Rp 12.125.987, Denda Rp 3.665.259. Suku bunga 14%.
4. Sampai Desember 2023: Jumlah kewajiban tetap Rp 269.096.198 selama 10 tahun.
5. 22 Februari 2024: Tiba-tiba kewajiban melonjak menjadi Rp 703.101.266. Ada pos “Extra” sebesar Rp 434.005.068. Padahal suku bunga bank saat ini hanya 3% – 6%.

6. Feb 2024 – Mei 2025: Nasabah sudah berupaya musyawarah 9x. Mulai dari panggilan penyelesaian kredit, menemui pimpinan cabang Firman Ahmad Hidayat & PPK Jejen Juandi, menyurat ke BJB Pusat Bandung, hingga menggunakan kuasa hukum. Hasil: NIHIL. Rekening tabungan nasabah bahkan dibekukan.
7. Diduga: Proses akan dilanjutkan ke lelang jaminan tanpa adanya restrukturisasi terlebih dahulu.

ATURAN YANG WAJIB DIPATUHI BNK/BANK SEBELUM LELANG.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, bank wajib melalui prosedur berikut:

1. Upaya Restrukturisasi Dulu
POJK No. 40/POJK.03/2019: Sebelum mengeksekusi jaminan, bank wajib menawarkan restrukturisasi. Bentuknya: Penjadwalan ulang, Penurunan bunga, Perpanjangan jangka waktu.
2. Peringatan Tertulis / Somasi
POJK No. 6/POJK.07/2022 Pasal 28: Bank wajib memberikan informasi jelas sebelum melakukan tindakan hukum.
3. Surat Teguran 1, 2, 3.
Sesuai Perjanjian Kredit. Biasanya 3x teguran.
4. Pemberitahuan Lelang
PMK No. 213/PMK.06/2020 Pasal 29: KPKNL wajib umumkan lelang dan kirim surat tercatat ke debitur paling lambat 14 hari sebelum lelang.
5. Hak Tebus / Aanmaning
Nasabah masih punya hak melunasi sampai H-1 lelang.

DUGAAN PELANGGARAN

Apabila BNK BJB Cabang Labuan melelang jaminan tanpa prosedur di atas, maka berpotensi melanggar:
1. POJK No. 40/POJK.03/2019: Tidak melakukan restrukturisasi terlebih dahulu
2. POJK No. 6/POJK.07/2022: Tidak memberikan informasi & pemberitahuan yang benar
3. UU No. 8 Tahun 1999: Hak konsumen atas informasi jelas dan perlakuan tidak diskriminatif
4. Pasal 6 UU No. 4 Tahun 1996 tentang HT: Eksekusi HT harus didahului peringatan
5. Kejanggalan Perhitungan: Kenaikan kewajiban dari Rp 269 Jt ke Rp 703 Jt dengan adanya pos “Extra” Rp 434 Jt perlu diaudit OJK

TUNTUTAN

1. BNK BJB agar menghentikan proses lelang dan segera melakukan audit perhitungan serta membuka ruang mediasi restrukturisasi dengan Hj. Umamah
2. OJK Banten & OJK Pusat untuk memeriksa kepatuhan BJB Cabang Labuan terhadap POJK 40/2019 dan POJK 6/2022
3. LPS untuk memastikan tidak ada kerugian negara akibat prosedur kredit yang tidak patut

“Bank boleh menagih, tapi tidak boleh menjerat nasabah dengan bunga dan denda yang tidak masuk akal. Apalagi merampas jaminan tanpa pemberitahuan. Ini bukan penagihan, ini perampasan hak,” ujar Perwakilan GWI

Isu ini bermula ada seseorang yang mengaku beli dari pihak BNK BJB dengan dalih ikut lelang terhadap
Aset milik:HJ. Umamah

GWI membuka Pos Pengaduan bagi nasabah BNK BJB se-Banten yang mengalami hal serupa.
Narahubung:
HJ. Umamah
Red’ M Sutisna

Reporter: Jurnalis :