Kabarbahri.co.id – Lombok Timur — Persoalan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang dikeluhkan masyarakat Lombok Timur dalam beberapa waktu terakhir kini menjadi fokus perhatian pemerintah daerah. Bupati H. Haerul Warisin menyampaikan permintaan maaf kepada warga atas kondisi yang dinilai mengganggu kebutuhan sehari-hari tersebut.
Pernyataan itu disampaikan dalam forum pertemuan bersama Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat pada Senin (13/4/2026). Dalam diskusi tersebut, pemerintah mengungkapkan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sejak akhir tahun lalu berdampak pada melonjaknya kebutuhan LPG subsidi.
Bupati menjelaskan, lonjakan permintaan yang tidak diimbangi dengan kesiapan distribusi menjadi penyebab utama tersendatnya pasokan di tingkat masyarakat. Ia menegaskan bahwa kondisi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Lombok Timur berencana memperkuat pengawasan distribusi dengan membentuk tim khusus yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat. Selain itu, pemerintah juga akan mengusulkan penambahan kuota LPG 3 kg kepada Pertamina untuk menyesuaikan kebutuhan yang terus meningkat.
Aspirasi dari GEMPUR terkait optimalisasi peran pengecer juga mendapat perhatian. Pemerintah menilai pengecer memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau pangkalan resmi.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juani Taofik memastikan bahwa stok LPG di tingkat depo masih mencukupi. Ia menegaskan bahwa persoalan utama terletak pada distribusi yang belum berjalan optimal dan membutuhkan pengawasan lebih intensif.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, sembari memastikan bahwa langkah-langkah perbaikan segera diterapkan agar distribusi LPG kembali normal di seluruh wilayah Lombok Timur.(red)
















