Kabarbahri.co.id –

Scroll Untuk Lanjut Membaca
YJI Lombok Timur Ajak Warga Waspadai Penyakit Jantung, Pemeriksaan Gratis Digelar di Masbagik

LOMBOK TIMUR – Upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jantung terus didorong melalui edukasi dan pelayanan langsung kepada masyarakat. Dalam peringatan Hari Jantung Sedunia 2026, warga Lombok Timur mendapatkan kesempatan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus mempelajari pertolongan pertama melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan senam bersama tersebut berlangsung di Lapangan Gotong Royong, Masbagik, Ahad (25/10/2026). Peringatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat mengenali risiko penyakit jantung dan menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, yang juga Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Lombok Timur, menilai pencegahan penyakit harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Ia mengajak masyarakat membangun rutinitas positif melalui olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta istirahat yang cukup.

Menurut Juaini Taofik, gerakan menjaga kesehatan tidak dapat dibebankan kepada masyarakat semata. Dukungan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, tenaga medis, dan berbagai unsur lainnya diperlukan agar edukasi kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyampaikan perkembangan pelayanan penyakit jantung di Lombok Timur. RSUD dr. R. Soedjono Selong kini telah menyediakan layanan tindakan medis tertentu, termasuk pemasangan ring dan operasi jantung. Ketersediaan tersebut memberikan alternatif penanganan di daerah sehingga pasien tidak harus selalu dirujuk ke Mataram, dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasien dan kebutuhan layanan medis.

Sementara itu, Ketua Harian YJI Cabang Nusa Tenggara Barat, Lalu Hamzi Fikri, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap penyakit jantung hanya mengancam kelompok usia lanjut. Perubahan pola hidup di tengah masyarakat turut menjadi perhatian karena gangguan jantung juga dapat ditemukan pada usia yang lebih muda.

Fikri menyoroti kebiasaan hidup serba praktis yang berpotensi membuat perhatian terhadap kesehatan semakin berkurang. Ia menyebut penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu diantisipasi melalui pencegahan dan deteksi dini.

Ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran sebelum munculnya gangguan kesehatan yang lebih serius. Pemeriksaan secara berkala, menurutnya, dapat membantu masyarakat mengenali faktor risiko dan mengambil langkah yang sesuai untuk menjaga kondisi tubuh.

Selain pemeriksaan gratis, pelatihan BHD menjadi salah satu kegiatan penting dalam peringatan tersebut. Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan awal ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan, termasuk dugaan serangan jantung.

Fikri berharap kegiatan promotif dan preventif semacam ini dapat terus diperluas di Lombok Timur. Besarnya jumlah penduduk di daerah tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam penyebaran edukasi kesehatan, sekaligus mendorong perlunya program yang konsisten dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 itu turut dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Kabupaten Lombok Timur, unsur Forkopimcam Masbagik, dokter, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat. Juaini Taofik menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, Forkopimcam, jajaran OPD, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.(red)

Reporter: PERWAKILAN: NTB