Kabarbahri.co.id – Lombok Timur – Panen raya jagung yang berlangsung di Pringgabaya menjadi ajang penegasan pentingnya inovasi dalam mengelola sektor pertanian, khususnya di wilayah dengan dominasi lahan kering. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, menilai Lombok Timur memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat produksi pangan berbasis adaptasi lingkungan.
Ia menegaskan bahwa kunci kemajuan pertanian tidak hanya terletak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kemampuan mengelola hasil panen secara optimal. Penguatan pada sektor pascapanen dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus kesejahteraan petani.
Dalam pandangannya, Indonesia perlu belajar dari negara seperti Thailand yang berhasil mengembangkan sektor pangan hingga mampu menembus pasar global. Dengan pengelolaan yang tepat, Indonesia diyakini dapat mencapai posisi serupa.
Sodik juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pangan, air, dan energi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Ia menyebut Baznas memiliki peran penting dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki tantangan besar berupa luasnya lahan kering dibandingkan lahan irigasi. Kondisi ini mendorong lahirnya berbagai inovasi di tingkat petani.
Di wilayah selatan, petani mengembangkan sistem embung dengan menyisihkan sebagian lahan untuk menampung air hujan. Sedangkan di wilayah utara, petani mengandalkan pola tanam berbasis musim dengan dukungan sumur bor untuk menjaga produktivitas.
Menurut Bupati, langkah tersebut terbukti efektif dalam menjaga stabilitas produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi penopang utama perekonomian Lombok Timur.
Selain itu, komoditas tembakau juga memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah melalui dana bagi hasil cukai. Hal ini semakin memperkuat peran sektor pertanian dalam struktur ekonomi lokal.
Pemerintah daerah pun terus memperkuat dukungan kepada petani melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan, terutama dalam mengatasi hama dan penyakit tanaman. Upaya ini dilakukan untuk memastikan hasil panen tetap optimal.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Baznas menyerahkan bantuan pemberdayaan kepada kelompok tani binaan sebagai bentuk dukungan konkret dalam pengembangan sektor pertanian di Lombok Timur.(red)














