Scroll Untuk Lanjut Membaca
BUNG RIO 89.5 BANTEN PEDULI: JALAN DESA HARGA MATI. EVALUASI DATA DESIL, JANGAN SALAH SASARAN!"

Pandeglang – kabarbahri.co.id 9 Mei 2026 – Penggiat sosial & 89.5 Banten Peduli, *Bung Rio*, menegaskan pemerintah wajib mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan di pelosok desa yang selama ini belum tersentuh APBD.

*”Jalan itu nadi. Kalau nadi mampet, ekonomi mati, orang sakit pun mati di jalan,”* tegas Rio saat on-air di segmen ‘Banten Peduli’, 9/5/2026.

*FAKTA LAPANGAN: JALAN RUSAK BUNUH 2 SEKTOR VITAL*

Menurut Rio, masih banyak desa di Pandeglang, Lebak, hingga pelosok Banten Selatan yang jalannya rusak parah: *lumpur saat hujan, debu saat kemarau.*

*. EKONOMI RAKYAT KECIL LUMPUH*

Hasil tani, UMKM, dan nelayan tidak bisa dijual ke kota karena ongkos angkut mahal. Harga di petani anjlok, harga di pasar melejit. *Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.*

*KESEHATAN & NYAWA TERANCAM*

Ambulans tidak masuk, ibu melahirkan dirujuk pakai motor, pasien darurat meninggal di jalan. *Ini bukan kelalaian. Ini pembiaran.*

*ULTIMATUM KE BUPATI, DPRD, DAN GUBERNUR BANTEN*

Rio mendesak agar APBD tidak hanya fokus bangun jalan kota & kawasan industri. *”APBD itu uang rakyat. Kembalikan ke rakyat pelosok. Mereka juga bayar pajak, mereka juga WNI,”* ujarnya.

*SEJALAN DENGAN ARAHAN 02 DI ASEAN*

*”Konektivitas adalah kunci kemajuan.”* Kalau jalan antar negara saja diurus, masa jalan antar kampung dibiarkan hancur.

*ISU JALAN RUSAK

*GWI & Aliansi Banten Peduli* mendukung penuh seruan Bung Rio 89.5 . Isu jalan rusak pelosok akan jadi salah satu tuntutan utama *Aksi Damai Rakyat Pandeglang* di Alun-alun.

*”Jalan bagus bukan kemewahan. Itu hak dasar. Kalau pemerintah lupa, kami ingatkan ramai-ramai,”* tegas Bung Rio.

*SOROT TAJAM: EVALUASI DATA DESIL BANSOS AMBURADUL*

Bung Rio juga mendesak pemerintah pusat untuk *evaluasi menyeluruh data desil kemiskinan.*

*”Banyak warga tidak sadar, tiba-tiba masuk desil orang mampu. Padahal hidupnya susah. Ini menyulitkan relawan saat pendampingan di lapangan,”* ungkapnya.

*Data salah sasaran = Bantuan salah alamat = Rakyat miskin makin menjerit.*

(M Sutisna)

Reporter: Jurnalis :