CILEGON – Pembubaran Generasi Perubahan Pengusaha Muda Indonesia (GPPMI) menjadi momen yang meninggalkan kesedihan sekaligus pelajaran berharga bagi para pemuda di Kelurahan Warnasari, Kota Cilegon. Di balik berakhirnya perjalanan organisasi tersebut, muncul sosok yang tetap mendapat kepercayaan dan penghormatan dari banyak kalangan, yakni **Maryadi**, yang akrab disapa **AA Yadi**.
Bagi masyarakat dan pemuda Warnasari, AA Yadi bukan sekadar mantan pengurus organisasi. Ia dikenal sebagai penggagas, pencetus, sekaligus pendiri GPPMI, serta dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) organisasi tersebut sejak awal berdiri.
Selama memimpin, AA Yadi dinilai aktif mengajak para pemuda terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Karena itu, keputusan pembubaran GPPMI menjadi pukulan emosional bagi banyak pihak yang selama ini ikut membangun organisasi tersebut.
## “Semangat Mengabdi Jangan Ikut Bubar”
Menanggapi pembubaran GPPMI, AA Yadi mengaku turut merasakan kekecewaan. Namun, ia mengajak seluruh pemuda untuk menerima kenyataan tersebut dengan lapang dada dan tetap menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat.
> *”Saya paham rasanya kecewa. Saya juga kecewa. GPPMI ini kita bangun dari nol, dengan keringat dan niat baik. Tapi kalau memang sudah waktunya selesai, kita terima dengan lapang dada. Yang penting, semangat kita untuk Warnasari jangan ikut bubar,”* ujar AA Yadi, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, berakhirnya sebuah organisasi bukan berarti berakhir pula semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
## Berkomitmen Menjaga Amanah Kepercayaan Pemuda
Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, AA Yadi menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan para pemuda merupakan amanah yang harus dijaga.
Ia mengaku tidak ingin para pemuda kembali mengalami kekecewaan akibat bergabung dengan organisasi yang tidak memiliki integritas maupun komitmen terhadap kepentingan masyarakat.
> *”Kepercayaan kalian itu amanah. Saya tidak mau mengecewakan, dan saya juga tidak mau kalian kecewa lagi karena salah memilih lembaga. Mulai sekarang saya akan menyaring dan menyeleksi satu per satu organisasi masyarakat maupun LSM yang benar-benar amanah, transparan, memiliki integritas, serta bekerja nyata untuk masyarakat,”* katanya.
Komitmen tersebut, lanjutnya, dilakukan agar para pemuda Warnasari memiliki wadah yang benar-benar mampu menjadi sarana pengabdian dan kontrol sosial yang bertanggung jawab.
## Tiga Pesan untuk Generasi Muda Warnasari
Dalam kesempatan itu, AA Yadi juga menyampaikan sejumlah pesan kepada para pemuda agar lebih bijak dalam menentukan pilihan organisasi.
*Pertama* memilih organisasi berdasarkan visi dan rekam jejak, bukan semata-mata karena nama besar.
> *”Lihat siapa pengurusnya, bagaimana mereka bekerja, apakah benar-benar hadir di tengah masyarakat atau hanya mencari popularitas. Transparansi dan integritas itu harus menjadi pertimbangan utama.”*
*Kedua*, menjalankan fungsi kontrol sosial secara santun dan bertanggung jawab.
> *”Mengkritik pemerintah maupun pihak swasta adalah bagian dari demokrasi. Tetapi lakukan dengan data, etika, dan tujuan membangun. Jangan sampai niat memperbaiki justru berujung merusak nama baik daerah kita sendiri.”*
*Ketiga*,menjaga persatuan di tengah perbedaan organisasi.
> *”Boleh berbeda wadah, tetapi tujuan kita tetap sama, yaitu memajukan Warnasari. Jangan mudah diadu domba atau terpecah hanya karena kepentingan tertentu.”
Pesan-pesan tersebut mendapat respons positif dari para pemuda yang hadir. Mereka menilai AA Yadi tetap menunjukkan sikap tenang dan bertanggung jawab meski organisasi yang dibangunnya harus berakhir.
## Dipandang Sebagai Sosok Pembimbing
Salah seorang warga Warnasari mengungkapkan bahwa bagi banyak pemuda, AA Yadi telah menjadi sosok pembimbing yang selalu memberikan motivasi dan teladan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
> *”Bagi kami, AA Yadi itu bukan hanya pendiri GPPMI, tetapi juga guru yang mengajarkan kepedulian kepada masyarakat. Saat GPPMI masih berjalan, beliau mengajak kami bekerja sosial. Ketika organisasi dibubarkan, beliau pula yang menenangkan kami dan memberikan arah baru. Kami berharap langkah yang akan beliau tempuh ke depan dapat berjalan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat Warnasari. Karena itu, kami tetap menaruh kepercayaan kepada beliau,”* ungkapnya.
## Seleksi Ketat Sebelum Menentukan Langkah Baru
AA Yadi menegaskan dirinya tidak akan tergesa-gesa bergabung dengan organisasi masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat lainnya. Ia ingin memastikan organisasi yang nantinya menjadi wadah perjuangan benar-benar memiliki kredibilitas dan komitmen terhadap kepentingan publik.
> *”Saya akan melihat rekam jejaknya terlebih dahulu. Apakah organisasi tersebut benar-benar menjalankan fungsi kontrol sosial secara jujur dan profesional, apakah pengurusnya dapat dipercaya, dan apakah mereka bekerja untuk masyarakat. Saya tidak ingin pengalaman yang telah terjadi kembali terulang. Kita membutuhkan rumah baru yang kokoh, bukan yang rapuh,”* tegasnya.
Menurutnya, organisasi yang baik bukan hanya memiliki legalitas hukum, tetapi juga memperoleh kepercayaan dari masyarakat melalui kerja nyata, keterbukaan, dan integritas para pengurusnya.
## Menatap Babak Baru
Berakhirnya perjalanan GPPMI memang menjadi penutup sebuah babak dalam perjalanan organisasi yang pernah dibangun bersama. Namun, bagi AA Yadi dan para pemuda Warnasari, peristiwa tersebut justru menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, memperkuat persatuan, dan lebih selektif dalam menentukan arah perjuangan ke depan.
Semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat diharapkan tetap hidup, meskipun wadah yang lama telah berakhir.
Sebab pada akhirnya, sebuah organisasi dapat berganti, tetapi nilai-nilai pengabdian, kepercayaan, dan integritas yang telah dibangun akan tetap menjadi fondasi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
*”Organisasi boleh berakhir, tetapi pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Kepercayaan adalah amanah yang harus dijaga, dan itulah yang akan terus kami pegang untuk Warnasari yang lebih baik,”* tutup AA Yadi.
(Jie)














