Kabarbahri.co.id – Lombok Timur – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lombok Timur memperkuat kemitraan dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai langkah mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Penguatan sinergi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Jumat (3/7/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
PKK Lombok Timur Bangun Aliansi dengan OPD dan LSM, Percepat Program Kesehatan hingga Pemberdayaan Masyarakat

Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan berbagai program lintas sektor, mulai dari peningkatan kesehatan keluarga, pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, hingga penanganan persoalan sosial yang masih menjadi tantangan di Lombok Timur.

Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra’yal Ain Warisin, mengatakan bahwa pembangunan akan berjalan lebih efektif apabila seluruh pihak bergerak dengan tujuan yang sama. Menurutnya, kondisi anggaran yang terbatas justru menjadi alasan untuk memperkuat kolaborasi sehingga setiap lembaga dapat saling mendukung sesuai dengan kewenangan dan kapasitas masing-masing.

Ia menuturkan, jaringan PKK yang menjangkau hingga tingkat dusun dan keluarga memiliki potensi besar dalam mengawal berbagai program pemerintah. Karena itu, dukungan dari perangkat daerah dan organisasi masyarakat dinilai sangat penting agar pelaksanaan program mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dalam kerja sama tersebut, setiap kelompok kerja (Pokja) TP PKK akan menjalankan program sesuai bidangnya dengan dukungan teknis dari OPD terkait. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas pelayanan Posyandu melalui keterlibatan enam perangkat daerah agar pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga dapat dilakukan secara terpadu.

Selain itu, edukasi mengenai sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pelestarian lingkungan akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ra’yal Ain juga menekankan pentingnya penanganan stunting yang dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi sosial, pendidikan keluarga, hingga tingginya angka pernikahan usia anak.

Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi keluarga yang ditinggalkan orang tua bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Minimnya pengawasan terhadap anak dapat memunculkan berbagai persoalan sosial apabila tidak diimbangi dengan pendampingan dari lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Oleh karena itu, TP PKK mengajak seluruh mitra pembangunan untuk memperkuat peran keluarga melalui edukasi dan pendampingan agar generasi muda memperoleh lingkungan tumbuh kembang yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Timur, Achmad Dewanto, menilai kerja sama lintas sektor merupakan langkah tepat dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini. Ia mengatakan bahwa efisiensi anggaran mengharuskan setiap instansi membangun koordinasi yang lebih erat sehingga program prioritas tetap dapat berjalan secara optimal.

Menurutnya, pengalaman LSM dalam mendampingi masyarakat selama bertahun-tahun menjadi modal penting untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program pemerintah. Dipadukan dengan jaringan TP PKK yang tersebar hingga tingkat keluarga, kolaborasi tersebut diyakini mampu menghasilkan dampak yang lebih luas.

Direktur LPSDM NTB, Ririn Hayudiani, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah, PKK, dan LSM merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri. Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Menurut Ririn, fokus kolaborasi akan diarahkan pada penyelesaian persoalan mendasar seperti stunting, kemiskinan, dan pernikahan anak. Dengan memadukan sumber daya serta pengalaman seluruh pihak, target pembangunan daerah diharapkan dapat tercapai lebih cepat.

Melalui kemitraan yang telah disepakati tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur optimistis pelaksanaan berbagai program akan semakin terarah dan efektif. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus mendukung percepatan pembangunan berkelanjutan di Lombok Timur.(red)

Reporter: PERWAKILAN: NTB