RANGKASBITUNGKABARBAHRI.CO.ID

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Rektor USBR Serukan Aksi Damai: Stop Kekerasan terhadap Anak, dan Stop LGBT

Rektor Universitas Setia Budi Rangkasbitung (USBR), Iman Sampurna, S.Pd., M.Pd., menyerukan aksi damai sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya terkait perlindungan anak dan kekhawatiran masyarakat terhadap isu LGBT.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keresahan bersama atas berbagai konflik sosial yang dinilai dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat, khususnya terhadap tumbuh kembang dan masa depan anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, Iman Sampurna bertindak sebagai orator dan menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta bersama-sama menciptakan ruang yang aman bagi anak.

Menurut Iman, kampanye aksi damai tersebut bukan semata-mata sebagai bentuk penyampaian aspirasi, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat agar tidak bersikap acuh terhadap persoalan sosial yang berkembang.

“Kegiatan ini sebagai pengingat bagi kita semua agar meningkatkan kepedulian terhadap anak dan berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Anak-anak harus mendapatkan perlindungan, perhatian, pendidikan, serta lingkungan yang aman dan sehat,” ujar Iman dalam orasinya.

Ia menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap anak harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, organisasi sosial, serta seluruh elemen masyarakat.

Iman juga menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan LGBT. Ia berharap persoalan tersebut dapat dibahas secara bijaksana dengan tetap mengedepankan ketentuan hukum, nilai-nilai sosial, perlindungan anak, serta pendekatan edukatif dan tidak melakukan kekerasan maupun persekusi terhadap individu.

“Harapan kami dengan adanya kampanye ini pemerintah segera mengambil sikap dan masyarakat semakin memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kita harus bersama-sama mencegah kekerasan terhadap anak dan memberikan edukasi yang baik kepada generasi muda,” lanjutnya.

Lebih jauh, Iman berharap aksi damai tersebut dapat menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif. Ia mengajak masyarakat untuk lebih aktif mengawasi lingkungan, memberikan pendampingan kepada anak, serta segera melaporkan apabila menemukan dugaan kekerasan atau tindakan yang membahayakan anak kepada pihak yang berwenang.

Wakil Rektor USBR: Perlindungan Anak Harus Jadi Tanggung Jawab Bersama

Sementara itu, Dr. Mukhtar Ridwan, Wakil Rektor I USBR, menambahkan bahwa persoalan perlindungan anak harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak.

Ia menilai lingkungan keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat memiliki peranan penting dalam membentuk karakter serta memberikan perlindungan kepada generasi muda.

“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, mereka harus mendapatkan lingkungan yang aman, pendidikan yang baik, perhatian dari keluarga, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi,” ungkap Dr. Mukhtar Ridwan.

Menurutnya, kampanye sosial seperti yang dilakukan USBR dapat menjadi sarana untuk membangun komunikasi antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat melalui langkah-langkah yang terukur, edukatif, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dr. Mukhtar juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap persoalan yang muncul di lingkungan sekitar.

“Kita harus membangun kepedulian bersama. Jika ada persoalan, mari diselesaikan melalui jalur yang tepat, dengan mengedepankan edukasi, dialog, perlindungan terhadap anak, serta aturan hukum yang berlaku,” tambahnya.

Kegiatan aksi damai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kampanye sesaat. USBR mendorong agar kepedulian terhadap perlindungan anak dan pencegahan kekerasan dapat terus dibangun melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, keluarga, dan masyarakat.

Dengan demikian, kampanye tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman, kondusif, ramah anak, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan ketentuan hukum yang berlaku.(Mal)

Reporter: KABIRO Lebak